Profit Profit Profit!

Di usia 40++ semestinya sudah banyak capaian. Tapi dalam evaluasi kehidupan saya, ternyata tidak demikian.

Sebagai seorang yang tekun dalam programming, tentu banyak yang membutuhkan kekmampuan saya, namun tidak banyak yang menghargai dengan semestinya. Kemampuan yang saya dapat dari belajar keras ini, dan dengan pengalaman di kasus real sedemikian lama, hanya mendapat nilai yang yang sangat sedikit.

Selesai sudah. Saya ingin mulai menekui jalan saya sendiri.  Saya sudah akan memprofitkan kemampuan dan pengalaman saya. Jangan ada lagi meeting 7 orang, namun hanya saya sendirian yang mengeksekusinya dibawah nilai UMR.

Saya mempunyai kemampuan:

  1. Pemrograman (PHP, HTML, CSS, Javascript) dan turunannya yang terbilang advanced
  2. Memberikan Training
  3. Menulis Buku.
Apa langkah yang akan saya lakukan:
  1. Membeli laptop yang kecil
  2. Membuat Modul Training
  3. Membuat Buku
  4. Membuat aplikasi yang dibutuhkan banyak orang dan bisa dijual
  5. Membuat Start Up App
Kalau kita ingin maju harus selalu ada niat untuk berubah.
Iklan

Curhat seorang Programmer

Hari kamis diminta perusahaan ketemu klien. Mereka berlima dan kami berdua.

Ketika saya sampaikan hasil pekerjaan, mereka mulai mengkritik ini itu, akhirnya banyaklah revisi yg harus sy lakukan.

Dan dari semua itu, hanya sayalah yang akan kebagian tugas mengerjakannya. Hanya saya.

Saya sejak bulan Nopember tidak pernah berhenti berfikir dan mencoba mengerjakan satu hal yang mereka sendiri sebenarnya tidak paham atas yg mereka inginkan.

Hari kamis meeting dengan tak kurang 7 item revisi. Jumat jam 1 dinihari sy masih sampai rumah. Masih lelah dan menyiapkan khutbah Jumat. Jumat jam 3 ada notifikasi WA. Bagaimana progres pekerjaannya?

Asuuuuuuuuuu !

Saya bersumpah untuk hengkang dari perusahaan ini cepat atau lambat.

Seperti yg sy katakan mengelola startup lebih terukur dan tidak memforsir tenaga habis habisan.

Apa yg sy kerjakan dan yg sy dapat sama sekali gak sebanding. Mereka hanya berfikir tentang pendapatan perusahaan dan tidak memikirkan bahwa yg mengerjakan berkorban habis-habisa untuk itu.

Multitasking

Manusia bekerja secara serial atau multitasking?. Menurut saya serial.

Sulit bagi seseorang professional pada semua jabatannya, kecuali kalau posisinya hanya sebatas dewan pembina atau penasehat.

Camkan itu 🙂